Kamis, 24 Januari 2019

Selamat Ulang Tahun, Dilanku

Hari ini, 23 tahun yang lalu. Ada seorang ibu yang sangat cantik dan baik hati melahirkan seorang anak laki laki. Iya, aku memanggil nya bang yudi. Padahal kami seumuran.
 Anak laki laki itu memanggilku dengan sebutan jogal. Terkadang dia memanggil ku mpreng. Cuma dia dari sekian banyak makhluk di bumi ini yang memanggilku seperti itu. Unik, aku sering tersenyum ketika dia memanggilku seperti itu. Sedikit aneh, tapi aku suka.
Anak laki laki itu berhasil membuatku bahagia. Berhasil menghapuskan luka yang lumayan perih. Anak laki laki itu berhasil menjadi dilanku. Dia baik, romantis dan selalu membuatku tersenyum bahagia.
Selalu hadir di waktu genting. Padahal aku tidak pernah bercerita kesedihanku kepadanya. Tapi seolah olah semesta memberinya kabar, bahwa ada seorang perempuan yang harus kau hibur. Yang harus kau kembalikan senyum nya. Untuk kesekian kalinya. Lagi dan lagi dia berhasil mengembalikan senyumku.
Hari ini dia ulang tahun. Iya, hari ini. Selamat ulang tahun dilanku. Selalu menjadi sumber bahagiaku. Tetap bahagia dan selalu bersinar. Ingat saja, ada seorang wanita yang selalu mendoakanmu tetap bahagia walau mungkin tidak bersama. Ingat saja, ada seorang wanita yang menyayangimu dengan tulus. Ada seorang wanita yang selalu menunggumu, dan menyebut namamu di dalam doa nya.
Terima kasih untuk bahagia nya. Tidak, aku tidak akan memaksamu untuk membuat banyak bahagia bersamaku lagi. Cukup dengan kau bahagia mungkin aku akan bahagia juga. Mungkin. Atau kalau boleh, bisa kita ciptakan bahagia itu lagi? Jangan sering tidur terlalu larut malam, nanti kamu sakit. Kalau kamu sakit aku sedih, karna aku belum tentu ada disana menyembuhkan sakitmu. Selalu sehat, dan tetap bahagia. Aku sayang kamu. With love, putri.
 

My Camera

My Camera

Semut Teater ({})

Semut Teater ({})