Kemaren dia mengenalkan wanita pilihannya ke ibunya. Padahal siang nya kami baru saja bertemu. Aku bertemu ibunya juga, sekaligus ayah nya. Iya, aku yang duluan ketemu dan dikenalkan. Iya tapi cuma dikenalkan sebagai teman. Entah wanita itu, mungkin dikenalkan sebagai wanita yang akan mendampinginya kelak.
Semacam ingin balas dendam, atau aku sudah muak dengan segala macam sakit hati yang kau ciptakan. Aku benar benar membuka hatiku untuk dia, yang selalu ada. Yang tetap berjuang meski aku kadang sedikit jahat kepadanya :(
Semacam ingin menunjukkan, "hey kamu, aku sudah bisa bahagia tanpa kamu". Padahal kamu mungkin bahkan tidak perduli dengan bahagiaku lagi.
Dear yang selalu menyakiti, mungkin aku sudah lelah dengan rasa sakit yang berkepanjangan. Mungkin dokterku juga sudah lelah memberi resep obat untuk rasa sakit yang selalu kau ciptakan. Aku ijin pergi, tapi kalau suatu hari nanti aku rindu, tak apa ya kalau aku tetap bercerita tentangmu lagi.
Dear kamu yang selalu berjuang, terima kasih masih ada di sini. Terima kasih untuk sabar yang sudah terlalu banyak. Terima kasih karna sudah berusaha menyakinkanku. Untuk saat ini hatiku sudah terbuka, tapi belum seutuhnya. Akan kuusahakan secepatnya aku mencintaimu. Sampai saat itu, tetap disini bersamaku ya. Terima kasih untuk bahagia yang sudah mulai tercipta sekarang.
Jumat, 07 Juni 2019
Langganan:
Postingan (Atom)
