Memiliki seorang sahabat yang care and welcome dengan aku adalah suatu kesenangan dan harapan di dunia ku. Aku mendapatkan seorang sahabat ketika aku menduduki bangku SMK. Kami selalu bersama dan bisa dibilang “gak ada loe gak rame” . Kami sering ketawak bareng, ngerjain orang bareng-bareng, terus sering nangis-nsngisan bareng lagi.
Tapi tidak tau kenapa aku dan dia mulai menjauh ketika aku sudah tidak satu kelas sama dia. Dia mulai memandangku hanya karena pergaulan. Ya mungkin dia gak suka kali aku itu enggak jadi “anak jaman” . Dia lebih memilih berteman dengan orang-orang yang dia anggap adalah orang yang “gaul”. Sejak itu aku mulai belajar membencinya.Inikah sahabat? 1 tahun aku mengenalmu, kita bersama canda, tawa,tangis, tapi ini balasannya? Tapi untung saja aku engga sekelas sama diaa.
Tapi, what? Akhirnya aku mimpi buruk lagi, aku harus bekerja sama dalam suatu organisasi di sekolah. Dia adalah bendahara osis dan aku wakil bendahara.Betapa kesalnya hati aku kembali melihat wajahnya yang munafik itu.Aku selalu memendam perasaan benci itu. Aku sempat mau mengeluarkan diri dari jabatan aku, tapi pasti dia berfikir aku “pengecut” . oh tidak, kamu salah aku akan bertahan disini !
Setiap hari aku melihat dia, perasaan benciku semakin besar ketika aku melihatnya bergabung dengan teman-teman nya itu. PENGHIANAT kau teman ! aku sangat kesal, tapi yasudahlah biarlah dia berimajinasi dengan dunianya.
Tanggal 07 Maret 2011, usia ku genap 17 tahun. Aku masih menunggu ucapan selamat darinya. Tapi dia bahkan sama sekali tidak mengingatnya. Aku bakar semua foto-foto kami, aku buang semua memory tentang persahabatan kami, aku sangat benci dia. Dia adalah orang yang paling aku benci.
Oh.Tuhan!! Tidak adakah buah manis yang ku dapat dari persahabatan kami? Apa salah aku? Salahkah aku benci sama dia yang lebih memilih teman daripada sahabatnya?
Hari minggu hape ku berdering, sms dari mama MANTAN sahabatku. Isinya “Mitha, Fia meninggal tadi pagi karena penyakit kanker yang dideritanya. Kamu dateng ya ke rumah tante, ada titipan buat kamu” . Aku langsung menangis, walaupun dia bukan siapa-siapaku lagi tapi aku menangis karna dia. Belum mandi,cuci muka dan masih memakai pakaian tidur. Aku langsung mengambil kunci mobil aku dan bergegas kerumah Fia.
Aku melihat dia sudah terbaring kaku di lantai. Aku histeris dan tak menyangka ini terjadi L . Seorang Fia pergi begitu cepad.Seorang sahabat sekaligus seorang musuh ku. Oh Tuhan aku gak sanggup .
Tiba-tiba secarik kertas dan boneka teddy bear kesukaanku diberikan mamanya kepadaku.”Ini titipan Fia buat kamu,”kata mamanya.
Aku buka perlahan kertas itu, dan …..
Mitha sahabatku.
Mungkin ketika kamu baca surat ini aku uda engga ada. Aku difonis dokter mengidap kanker otak stadium akhir. Selama ini aku masih bertahan, aku ngejauhi kamu karna aku engga mau kamu sakit kehilangan aku. 8 bulan kita renggang, itu pasti uda bisa buat kamu lupa sama aku. Oh ya “Happy Bhirtday” ya. Aku beliin kamu boneka teddy bear, tuh. Maaf ya telat, I Love You :* masih banyak sahabat yang lebih baik dari aku.Gak boleh sedih ya, kita kan friend J
Mungkin ketika kamu baca surat ini aku uda engga ada. Aku difonis dokter mengidap kanker otak stadium akhir. Selama ini aku masih bertahan, aku ngejauhi kamu karna aku engga mau kamu sakit kehilangan aku. 8 bulan kita renggang, itu pasti uda bisa buat kamu lupa sama aku. Oh ya “Happy Bhirtday” ya. Aku beliin kamu boneka teddy bear, tuh. Maaf ya telat, I Love You :* masih banyak sahabat yang lebih baik dari aku.Gak boleh sedih ya, kita kan friend J
Salam sayang
Fia
Fia
Aku langsung menangis histeris, berfikir betapa bodohnya aku selama ini.Dia adalah sahabatku, bukan musuhku. Semua kenangan kita sudah aku buang, tapi memori di otak aku ini gak akan pernah lupain kamu “SAHABATKU”.
sumber : http://pkumala.blogspot.com/


0 komentar:
Posting Komentar