Minggu, 17 Maret 2019

Sore itu, di cafe favorite kita.

Pernah suatu sore kami bertemu. Canggung sekali. Tapi aku berusaha tersenyum. Menyapa, "hai".
Dia membalas sambil tersenyum dan seperti biasa, tangan nya mencubit pipi ku. Aku sedikit kesal, kenapa sih masih melakukan sesuatu yang selalu kau lakukan dulu. Mencoba biasa saja, dan tetap tersenyum.
Kopi hitam pake es terus hot chocolate ya mas, katanya. Padahal aku belum memesan apapun dan belum berkata apa apa. Dia tau, dia mengulang kebiasaan itu lagi. Duduk santai berdua. Entah, entah kenapa sore itu aku memang ingin minum kopi sendiri, begitu juga dia.
Membuka percakapan dengan pertanyaan, "kamu apa kabar" bercerita tentang kegiatan selama ini dan akhirnya ketitik pertanyaan yang selama ini aku penasaran akan jawabannya "kamu kenapa menghilang"
Dia cuma tersenyum, sambil berkata "tenang, kemanapun aku pergi, dengan siapa aku sekarang, cinta tetap tau jalan pulang kerumah. Rumah ku kamu"
Ingin rasanya aku membunuhnya saat itu juga. Tapi untuk alasan sayang, aku tidak kuat. Kuhabiskan minuman ku dan buru buru ingin meninggalkan tempat itu. Dia cuma berpesan, "Tunggu aku, aku pasti pulang. Jalan nya agak panjang, tapi yakinlaa rumah ku pasti kamu.
Kuambil tas ku, dan bergegas pergi tanpa menoleh kebelakang. Meyakinkan dalam hati kalau yang barusan terjadi dan yang ku dengar hanyalah halusinasiku saja. Aku bisa memaafkanmu, tapi untuk kembali bersamamu aku masih takut. Takut kalau nantinya kamu akan menghilang lagi.

0 komentar:

Posting Komentar

 

My Camera

My Camera

Semut Teater ({})

Semut Teater ({})