Kalau dihitung, sudah 5 bulan 3 hari kita tidak bertemu. Hanya melihatmu dari status mu dan memandangi fotomu saja. Mungkin hanya aku saja yang rindu. Kamu tidak. Malah mungkin kamu sudah lupa.
Kamu tau, aku melakukan hal bodoh lagi karna kamu. Setiap aku rindu kamu, aku mengirim pesan ke nomor kamu. Iya, aku tau kamu tidak akan pernah membalas nya. Tak apa, sekedar megirimnya saja aku sudah senang. Seperti menyampaikan salam rinduku. Sampai kapan? Entah akupun tak tau.
Melihatmu bahagia bersama orang lain, untuk sekarang aku sudah mulai ikhlas. Iya, aku tidak rela. Tapi memaksamu bersamaku malah akan memperburuk keadaan bukan? Aku tetap mendoakan yang terbaik untukmu, untuk kita.
Jika aku dan kamu memang ditakdirkan, kita akan bersama. Pulanglah, pintu rumahku sudah terbuka sejak lama untukmu. Hanya saja kamu enggan berkunjung untuk menetap. Kamu hanya berkunjung untuk sekedar minum teh lalu pergi. Aku akan tetap menunggu, sampai kamu benar benar tinggal dirumahku.
Atau mungkin, ada orang lain yang akan tinggal, bukan kamu.
Untuk sekarang, aku masih menyebut namamu dalam doaku. Semoga kamu bahagia, akupun juga. Selamat malam kamu, aku sayang kamu, jogal.

0 komentar:
Posting Komentar